Nana & Ms. Renya
Nana & Ms. Renya

Kejutan Pentas Seni Taman Kanak-kanak

by

Sabtu kemarin jadi salah satu surprise buat gue sama istri. Hari itu ada pentas seni KB/TK anak gue, (iya tahun ini anak gue masuk SD). Jadi di penghujung tahun ajaran seperti biasa ada penutupan berupa pentas seni (bukan model2 Graduation TK yg pake toga gtu ya...). Selain penampilan setiap kelas melalui seni, musik dan tarian, dipilih 3 anak untuk membawakan pidato (speech) dalam 3 bahasa, Indonesia, Mandarin, dan English.

Dan anak gue terpilih untuk yang speech in English...

Naskah sudah dikasi 3 bulan sebelumnya, kebetulan guru bahasa Inggrisnya adalah native speaker, dan dia terkesan karena anak gue yang bisa dia ajak ngobrol dan mengerti apa yang dia ajarkan (bahkan wali kelasnya sering nanya ke anak gue klo dia ga ngerti). Jadi dengan mantap dia kasi naskah pidato untuk anak gue bawakan saat penutupan tahun ajaran di pentas seni.

Selain itu, setiap kelas juga menyiapkan penampilan seni, dan karena anak gue TK B yang akan lanjut ke SD, jadi kelasnya beberapa bulan terakhir banyak diisi latihan. ada 2 tarian, 3 lagu koor (salah satunya lagu Mandarin judulnya Mama Hao), dan permainan angklung.

Meskipun setiap hari gue nganter ke sekolah, tapi gue ga tau sama sekali latihan apa yang biasanya mereka lakukan. Kecuali speech yg memang naskahnya dibawa kerumah. Itupun dibaca hanya sehari, besoknya gue tanya anak gue katanya udah hafal, jadi ditaro gtu aja. Setiap hari kadang gu enanya gmana latihannya, selalu dijawab dengan bercanda, atau kalo lagi nggak mood, sama sekali nggak mau nunjukin klo dia udah hafal.

Hal ini yang bikin gue was2, karena klo lagi dateng bad moodnya, dia bisa dengan santainya berlaku masa bodoh, cuek abis. Pengalaman ikut lomba2 mewarnai, dr sekolah sudah latihan bagus, tapi karena dia gak mood, saat lomba dia ga serius. Apalagi sebelum2nya sudah komplain karena disaat teman2nya belajar hal2 yg mudah, dia harus latihan mewarnai ber-lembar2. Atau ketika kemarin ada acara juga di sekolah, harusnya ada temannya yang maju pimpin doa tapi tiba2 ga bisa, dia ditunjuk untuk maju menggantikan, tapi karena gak mood, ya dia cuma pasang poker face aja, menurutnya that's not her business.

Jadi begitu Sabtu kemarin gue sm istri datang untuk Pentas Seni, kita cuma berharap dia mau maju dan pidato lancar aja gue udah cukup senang. Tapi ternyata diluar dugaan, selain pidato lancar, suaranya jelas dan tidak tersendat, banyak ortu yang kaget karena bahasa inggrisnya lancar banget, termasuk suster2 juga. Diluar pidato, selain penampilan angklung yang memang memenuhi panggung, ternyata untuk tari2an anak gue termasuk yang dapet highlight karena ditaro didepan jadi penari utama bareng 2 temennya yang memang lebih outgoing dan heboh (sementara dia kalem dan malu2 klo kami antar).

Jadi selama ini kelakuan dia yang suka bad mood klo ditanya2 soal sekolahan, sama sekali diluar expektasi. Dia bener2 serius dan tampil sebaik2nya seperti anak yg berbeda dari kebiasaan sehari2nya yang susah diatur. Mungkin karena pas ketemu wali kelas yang cocok jadi dia bisa nyaman, karena klo denger kesaksian walas-nya, dia bisa dari jauh sengaja melipir biar ga papasan sama guru lain. Mudah2an aja nanti SD juga ada walas yg bisa memahami keunikan dia.

Comments